Rectoverso, Tentang Cinta yang Tak Terungkap

When I Talk About World

“Rectoverso adalah lompatan dari buku-buku Dee sebelumnya. Kaya ini membuat kita menghargai, menghormati, dan menikmati dunia personal.” – Seno Gumira Ajidarma

Beberapa kali saya mengunjungi toko buku Gramedia, novel atau tepatnya kumpulan cerita pendek Dewi Lestari atau Dee “Rectoverso” tetap terpajang dengan manis di salah satu rak, bercampur dengan novel lainnya. Keputusan saya untuk membelinya mungkin sangat telat mengingat kumpulan cerpen ini diterbitkan tahun 2008, dan memasuki cetakan kelima di Oktober 2013.  Apalagi, 5 dari 11 cerpen di dalamnya sudah diangkat dalam layar lebar berupa antologi atau omnibus yang tayang di bioskop pada Februari 2013, yang juga belum saya nonton. Padahal full versionnya sudah bisa dilihat di Youtube meski mungkin harus bersabar karena buffering. Sampul kumcernya pun sudah berupa potongan gambar dalam filmnya yang dibingkai dalam simbol “love”.

rectoverso 2Anggap saja saya baru tertarik untuk membaca karya Dee yang seharusnya sudah saya beli sejak bertahun-tahun lalu. Para komentator yang menuliskan kesannya…

Lihat pos aslinya 584 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s