Stakeholder Analysis

Analisis Stakeholder

Yenny & Wisanggeni

Kecuali dibatasi oleh norma-norma agama, norma sosial, hukum positif yang berlaku di tingkat negara maupun daerah, etika sosial, etika bisnis, dan berbagai peraturan lainnya, hidup kita juga dibatasi oleh “siapa diri kita”.

Siapa diri anda menjelaskan bagaimana sesungguhnya bargaining position dan bargaining power anda. Semakin tinggi jabatan anda – dan karena itu semakin kuat bargaining position – maka akan semakin kuat bargaining power anda. Secara umum logika dan kecenderungannya seperti itu, meskipun dalam kehidupan nyata, korelasi antara bargaining position dan bargaining power tidak selalu positif.

Di negara manapun yang menganut sistem pemerintahan republik dan menerapkan trias politika, kedudukan antara eksekutif, legislatif dan yudikatif adalah sama. Di zaman orde baru, “pakem” tersebut tidak berlaku. Bahwa kemudian eksekutif jauh lebih kuat dibandingkan lembaga legislatif dan yudikatif dianggap wajar.

Bargaining position dapat mempengaruhi bargaining power, atau sebaliknya. Sebuah partai yang memenangkan pemilihan umum anggota legislatif dengan suara mayoritas dapat membuat bargaining position dan…

Lihat pos aslinya 858 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s