Skripsi – Peran pemerintah dala Pengelolaan Terminal Regional Daya Kota Makassar

Download Skripsi Peran Pemerintah Dalam Pengelolaan Terminal Regional Daya Kota Makassar

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Pelaksanaan Otonomi Daerah yang dititikberatkan pada Daerah Kabupaten dan Daerah Kota dimulai dengan adanya penyerahan kewenangan (urusan) dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah yang bersangkutan. Penyerahan berbagai kewenangan dalam rangka desentralisasi ini tentunya disertai dengan penyerahan dan pengalihan pembiayaan.

Era otonom ini resmi berlaku sejak 1 Januari 2001 yang mana menghendaki pemerintah daerah untuk berkreasi dalam mencari sumber penerimaan pembiayaan pembangunan pemerintah daerah serta di beri hak untuk mengatur rumah tangganya sendiri untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan terutama pelayanan kepada masyarakat. Adapun pelayanan yang diberikan Pemerintah Daerah kepada masyarakat salah satunya adalah pelayanan terhadap transportasi.

Transportasi memiliki peran yang penting dan strategis dalam pembangunan. Oleh karena itu, dalam perencanaan dan pengembangannya perlu ditata dalam satu kesatuan sistem yang terpadu. Untuk mewujudkan keterpaduan intra dan antar moda yang lancar dan tertib, maka diperlukan sebuah terminal dengan dukungan aksesibilitas dan sistem sirkulasi yang baik secara internal (Antar Bagian Wilayah Kota) ataupun eksternal (Antar Kota Maupun Provinsi) guna mengupayakan pengaturan sistem pergerakan secara efektif dan efisien.

Download Skripsi Peran Pemerintah Dalam Pengelolaan Terminal Regional Daya Kota Makassar

Menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang dimaksud dengan terminal adalah pangkalan Kendaraan Bermotor Umum yang digunakan untuk mengatur kedatangan dan keberangkatan, menaikkan dan menurunkan orang dan/atau barang serta perpindahan moda angkutan. Adapun menurut Peraturan Daerah Kota Makassar Pasal 1 Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Terminal Penumpang, yang dimaksud dengan terminal adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan menurunkan dan menaikkan penumpang, perpindahan intra dan/atau antara moda transportasi serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum. Melihat fungsi dari defensi tersebut, maka terminal penumpang merupakan fungsi pelayanan publik yang memegang peranan penting dalam pengaturan sirkulasi kendaraan umum dalam trayek, yang secara luas diperlukan oleh masyarakat khususnya di Kota Makassar.

Secara fungsional, Terminal Regional Daya Kota Makassar adalah terminal penumpang tipe A dan merupakan terminal induk yang ada di Kota Makassar yang melayani 34 trayek (rute) dengan rincian 12 trayek AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), 19 trayek AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi), dan 3 trayek ANGKOT (Angkutan Perkotaan). Keberadaan Terminal Regional Daya ini sangat vital dalam memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat dan memberikan kontribusi bagi efisiensi perjalanan masyarakat yang ada di Kota Makassar (dalam penggunaan moda angkutan umum) selain itu keberadaan Terminal Regional Daya juga sangat berpengaruh terhadap sumbangan kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.

Desentralisasi Daerah merupakan landasan terhadap pengelolaan Terminal Regional Daya oleh suatu Perusahaan Daerah. Perusahaan Daerah tersebut adalah “PD. Terminal Makassar Metro” yang kedudukannya didasarkan pada Perda Kota Makassar No 16 Tahun 1999 tentang Pendirian PD. Terminal Makassar Metro (Lembaran Daerah Kota Makassar No. 16 Tahun 1999 seri D Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Makassar No. 14 Tahun 2006 (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 14 Tahun 2006) disamping itu pengelolaannya didasarkan pada Peraturan Daerah Kota Makassar No. 15 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Terminal Penumpang (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 15 Tahun 2006) yang secara organisasi didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Walikota Makassar Nomor 7039 Tahun 1999 tanggal 27 Oktober 1999. Pelimpahan pengelolaan tersebut kepada pihak perusahaan daerah adalah sebagai upaya dalam peningkatan profesionalisme manajemen pengelolaan terminal. Ada dua hal yang diutamakan dalam penyelenggaraan terminal yaitu pelayanan kepada masyarakat dalam rangka menunjang kelancaran mobilitas orang dan barang serta menjamin keterpaduan intra dan antar moda selain sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Mengingat bahwa betapa pentingnya sebuah terminal apalagi Kota Makassar sekarang ini sudah menjadi kota metropolitan maka seharusnya Terminal Regional Daya sangat ramai akan pengunjung dalam hal ini masyarakat (penumpang) yang ingin melakukan perjalanan dan juga mobil-mobil yang akan memberangkatkan penumpang sesuai yang dimaksusd dalam Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan khususnya pasal 276 yang mewajibkan pengemudi kendaraan bermotor umum singgah di terminal. Dengan adanya aturan tersebut dan statusnya yang bertipe A maka keramaian Terminal Regional Daya Kota Makassar seharusnya sudah menjadi hal yang biasa.

Namun dalam kenyataannya, Terminal Regional Daya terus mengalami deradasi/penurunan fungsi yang berdampak pada kurang maksimalnya pemanfaatan terminal itu sendiri. Peranan Pemerintah Kota Makassar sebagai pemilik, memposisikan perusahaan daerah terminal sebagai salah satu potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun belum menyertakan penyelenggaraan terminal yang professional, sehingga daya tarik terminal dipersepsikan menurun menghadapi ancaman semakin maraknya terminal liar yang dikenal dengan terminal bayangan. Kondisi Terminal Regional Daya semakin hari semakin memprihatinkan, yang ditandai dengan sangat kurangnya volume penumpang ataupun kendaraan yang masuk dan memanfaatkan terminal tersebut untuk kebutuhan naik/turun penumpang serta fasilitas perpindahan moda.

Sejumlah masalah yang nampak berdasarkan hasil observasi/survey pendahuluan di lapangan terkait dengan penurunan fungsi Terminal Regional Daya seperti penyalahgunaan fungsi ruang parker, penataan fasilitas kurang tepat, kondisi fasilitas terminal yang kurang terawat, keberadaan kios-kios yang lebih mendominasi dan turut menciptakan kesan kumuh dan semrawut di lingkungan terminal, dan yang paling parah adalah ketidakdisiplinan sebagian besar dari para pengemudi/supir dari beberapa unsur yakni Perusahaan Otobus (PO) AKAP dan AKDP menjadikan poolnya sebagai tempat menaikkan dan menurunkan penumpanng layaknya terminal, panther dan sejenisnya kebanyakan menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal jalan Perintis Kemerdekaan serta menggunakan plat gantung sehingga bebas masuk ke kota untuk menaikkan dan menurunkan penumpang sampai di rumahnya mencinptakan terminal bayangan.

Berdasarkan uraian permasalahan-permasalahan teresebut, dapat disimpulkan bahwa beberapa alasan yang menyebabkan pemanfaatan Terminal Regional Daya menjadi tidak optimal secara umum dapat ditinjau dari 3 (tiga) aspek, yakni sebagai berikut :

  1. Aspek perencanaan dan perancangan, meliputi lokasi, site/tapak, system aksesibilitas dan sirkulasi, serta faslitas terminal (tata layout, kemudahan akses dan kondisi fasilitas).
  2. Aspek penganggaran pembangunan terminal, meliputi pembaruan terminal, pemeliharaan dan perawatan, perbaikan fasilitas, bangunan rusak dan lainnya.
  3. Aspek manajemen yang tidak maksimal baik dalam hal pengelolaan, maupun penertiban.

Terminal Regional Daya semakin menarik perhatian publik, meskipun Terminal Regional Daya adalah terminal penumpang tipe A yang seharusnya ramai akan penumpang malah mengalami degradasi fungsi dikarenakan permasalahan berdasarkan 3 (tiga) aspek tersebut di atas. Hal ini mengindikasikan bahwa pengelolaan Terminal Regional Daya kurang optimal yang disebabkan belum maksimal/kurangnya peran pemerintah pengelolaan terminal tersebut.

Melihat apa yang terjadi pada Terminal Regional Daya berdasarkan permasalahan yang dialami, maka yang menjadi perhatian utama dalam penelitian ini adalah terjadinya penurunan fungsi Terminal Regional Daya dengan berdasarkan ketiga aspek tersebut diatas. Oleh karena itu, penulis beranggapan perlu dilakukan penelitian dengan mengambil judul “Peran Pemerintah Dalam Pengelolaan Terminal Regional Daya Kota Makassar”.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut:

  1. Bagaimana peran pemerintah dalam pengelolaan Terminal Regional Daya Kota Makassar?
  2. Langkah-langkah apa yang ditempuh Pemerintah dalam pengelolaan Terminal Regional Daya Kota Makassar?
  3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini dapat di ketahui sebahgai berikut :

  1. Untuk mengetahui peran pemerintah dalam pengelolaan Terminal di Terminal Regional Daya Kota Makassar.
  2. Untuk mengetahui langkah-langkah apa saja yang dilakukan pemerintah dalam pengelolaan Terminal Regional Daya Kota Makassar.

  1. Kegunaan Penelitian

Adanya kegunaan penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan acuan untuk digunakan sebagai berikut:

  1. Akademis

Secara akademis hasil peneliatian ini diharapkan berguna sebagai suatu karya ilmiah yang dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan sebagai bahan masukan yang dapat mendukung bagi peneliti maupaun pihak lain yang tertarik dalam bidang penelitian yang sama.

  1. Praktis

Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi pihak pemerintah daerah dalam pengelolaan Terminal khususnya Terminal Regional Daya Makassar dan meningkatkan efektifitas terhadap fungsi dalam kelancaran transportasi dalam dan luar Kota Makassar.

Selengkapnya Klik or Download Skripsi Peran Pemerintah Dalam Pengelolaan Terminal Regional Daya Kota Makassar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s